Tulang Baja Otot Besi

By @sutri43
Tulang Baja Otot Besi

Apa jadinya jika kamu terjebak didunia lain ?? takut ? senang ? atau santai aja ??... Ikuti imajinasi ku dalam hayalan nyata di ilusi dunia lain, ikuti langkahku, tentukan keputusan ku...suka dan duka menjalani hidup penuh magic, monster, dewa, setan, pahlawan maupun penjahat. Semua yang ada hanya angan angan jd kenyataan, semua mimpi berubah reality, demi satu kata 'TERKUAT'.

Chapter 1

Malang Melintang

kringg kringgg kringg…

Leon: haa..yuhuuu

Pradit: wak aku tunggu dirumah yee..

Leon: jam 8 kan ??

Pradit: aok..kita ngumpul sini kemas pancing Lok

Leon: aoklah, aku pinjam 2 punyamu yee..kail benang dan timah ade nanti pasang bentar kesana

Pradit: kw datang awal Jak, jam 8 otw kita

Leon: sip wak..otw aku kesana, nanti ????????????

Setelah sekian lama berlalu, kami berencana pergi mancing lagi ke telok Pak Kedai. Jarak tempuh nya sangat jauh dengan medan jalan yang sedikit menantang, namun spotnya masih natural. Jarang ada penubaan maupun penangkapan besar besaran. Mungkin sudah menjadi kesepakatan disana, kalau ndak ?? mana ada pemancing yang mau datang iya kan !? selalu ada income tersendiri dengan kedatangan pemancing terutama penyewaan sampan dan pembelian umpan, bahkan warung ikut tempias. Semoga Pemerintahan memperhatikan, Aaaamiinn. Dengan hanya bermodalkan pancing, 1 kg udang dalam semalam 2 hari itu pasti. Beneran, terkena waktu yang tepat, rentang 30-50 detik selalu ada sentakan udang, niatnya kami mancing udang bukan ikan, Ndak seru rasanya kalau ikan..kenapa ? sentakan kecil, tarikan gemulainya diujung pancing, beradu tarik tambang dengan udang beuhhh…begetar hati edek bang????????????, pada akhirnya menggunakan kail udang bisa juga untuk ikan jd yaa..bisa di aturlah.

Ehmm..apa yang harus aku bawa ni !?

Pertama soal perut, Roti udah, air putih botol besar ade, nasi ??? nanti beli diwarung depanlah sekalian jalan.

 Kedua, alat tempur… pancing, mata pancing, benang, timah… ok fix, senter kepala, baterai, topi, sarung tangan, jaring udang, mantel/jas hujan, sip aman.

Sisanya paling baju celana lengan panjang, celana pendek, sweater,sabun batangan, hp jangan dibawa lah..tp bawa jaklah sapa tau ngangkat nanti.. obat nyamuk ni yang paling penting haa… hampir lupa, nanti dijalan sajalah beli soffell, Indomaret banyak kok ????????????

WA : otw wak….

* send to pradit

Tanpa repot menunggu balasan, ku pacu langsung motor ku menuju rumah pradit.

20 menit kemudian

Leon: yoklah, Ndak tekejar pelampung nanti

pradit: ketemu Maman dg Muttaqin d simpang wak

Leon: aok

#pelampung: perahun besar bermesin, kadang disebut kelotok. Karna bunyinya tok tok tok tok… ????????????

Pukul 23.00 jam akhir dari pelampung beroperasi, jd kami harus segera berangkat. Jarak tempuh jika laju bisa 2 jam, dengan kondisi jalan yang rusak dan kecil menambah beban perjalanan. Mau pandai pandai digoyang sikit motornya, kalau Ndak tekor dijalan Broo..kadang malah berasa pantat berasap (????????????). Soalnya kami pernah terlambat jd harus bermalam di pelabuhan (tidur disitu mpe subuh bro ????????????). Bayangkan saja, jam 6 pagi baru beroperasi !? 6 jam lebih bro cam orang bodoh, terbengong bengong dipelabuhan ????????????

Setibanya di lokasi sudah saatnya ketemu abang pemilik sampan.

Harun: ini sampan 3 dan Robin 1

Jamal: ok bg, Robin ada minyak bg ??

Harun: dah full

Jamal : ok bg, kami lanjut dulu

pradit, Leon, Muttaqin, Maman: lanjut dulu bang..

Harun : iya

#sampan: perahu kayu kecil berbekal dayung dan jangkar, muatan maksimal hanya 2 orang.

#robin: sampan biasa besar maupun kecil yang bermesin, merek mesinnya ‘robin’ ????????

Mancing malam ini, sudah kami rencanakan sejak lama, bahkan terlalu lama off..lebih kurang sudah 3 bulan tidak turun. Aku dengan Pradit dan Mutaqin sudah kenal sejak masa kuliah, sedangkan Maman teman dari Pradit sejak SMA..yang terakhir bg Jamal, itu senior pemancing (master Broo ????????????). Orang pertama yang ngajak Pradit mancing dan Pradit ngajak kita kita ini ikut. Sejak itu kita kita seringlah mancing bersama.

tok tok tok tok…swashh swusshh

bunyi mesin robin dan air, saat kami lewati menuju hulu sungai. Aturan mainnya, menyisir tepian sungai dihulu kemudian menuju hilir. Posisi Robin didepan dengan sampan diikat ke belakang berderet ditarik oleh robin, seperti berantai gitu. Ndak mampu kawan bedayung ke hulu sungai, makannya harus ada Robin ????????????????, nanti pas tiba d hulu baru berdayung masing masing ke hilir.

Rencana nya aku, Maman, dan Mutaqin bersampan sendiri masing masing, sedangkan bg Jamal dan Pradit satu Robin. Robin itu cukup panjang dan luas lho dibandingkan dengan sampan, paling tidak normal bisa mancing muat 3 orang. Bagusnya emang 2 orang saja, 1 ujung depan, 1 ujung blakang.

setibanya di lokasi

Jamal: kita mancing di tepi saja airnya hangat

semua: beres boss

Leon: mau kemana kitak tu ??

Mutaqin: aku di tepi pohon situ lah..

Maman: aku mau keperangkap Lok

Leon: aoklah..

Maman: usah jauh jauh, ketangkap buaya ko nanti

Leon: aok, buaya betina tu..susah jadi orang ganteng, lol

Maman: setan !!!

Leon: wkkwkwkw

Semuanya sudah pada posisi masing masing, ini bukan yang pertama kx kami kesini..jadi sudah pada paham dan tau lokasi yang bagus. Sedangkan aku hanya ngikut feeling saja ????????????,mancing berserah pada nasib bukan skill ini mah ????????????. Yo wes yang penting hepi.

Kalian tau binaragawan kan ?? level nyamuk disini ni kelas itu…????????????, besar besar wak.. itu mulut kayak jarum suntik belum lagi kayak pesawat ejt mutar mutar ditelinga, ngiunnggg ngiungggg. Makanya kami selalu sedia obat nyamuk atau yang krim tu kayak soffell. Daripada yang bakar bakar, ruang terbuka ini… pakai soffel kan tinggal oles ujung kaki, tangan, leher. Pakai baju dan celana lengan panjang jd Ndak perlu seluruh badan kx di lumuri, belum lagi ini ditengah sungai tengah malam sejuk Broo mau pakai yang pendek pendek dan tipis.

Sudah waktunya start fishing kan.. tiap pemancing biasanya bekal pancing lebih dari satu, kalau aq hanya 4 sedangkan yg lain ada 6-10 atau lebih. Makanya bawa tas / ransel yang besar jadi muat belasan pancing. Sedangkan masalah umpan..3 biasanya, cacing Nipah, cacing gelang ataupun udang ebi. Setelah umpan terpasang waktunya menabur pancing, sejejer sesuai dengan arah arus air. Posisi umpan harus diatas dasar sungai sedikit, biar kita mudah sentak pancing.. dengan posisi itu tarikan umpan nampak, karna ujung pancing lunak jadi ada sedikit goyangan. Kena goyang sikit, sentak ajak keatas lurus ????????

Malam ini cukup beruntung, ada belasan udang dikantong pancing aq, hanya galah yang belum nyangkut ni.

#galah: udang dewasa dengan capit biru besar.

Waktu sudah mendekati pukul 03.00 , tapi galah belum terlihat. Jauh dari mujur kayaknya malam ni, dulu juga gitu..Ndak tau kenapa, dibanding dengan budak budak yang lain aku ini susah benar ngangkat galah, garis tangan Ndak bagus ni ????????????. Harus pindah tempat Iki mbak ????????????. Sekilas aku melihat sekitar mana yang bagus posisinya, berbekal hanya senter kepala aq melihat sekitar..

kayaknya bagus disitulah !?

Mataku tertuju pada sisi sungai dengan pohon rindang, cukup bagus untuk bos galah kx..hehe… kadang bergantung pada feeling itu bagus lho… sekali kali lah.

Goyang goyang sikit sampan dengan dayung, mainkan tali tambang dan jangkar.. woolllah, sampan terparkir dengan rapi. Saatnya hunting, dengan posisi duduk bersila sambil melototin pancing aku menunggu. Tanpa mengurangi rasa hormat, aku rapatkan tangan sambil berkumandang

suee suee sueelah kau… !!! nyangkut dipancing aku !!! nyangkut lah kau budak tengik !!! 

sambil melambai lambai aku berpuisi.. ulalala ulaaa huu… wahuhuu yuhuu… cuiihh !!!

air bergoyang *splasshh

Pelotot mulai pelotot tak kunjung datang itu budak, tanpa sadar aku tertidur. Apapun posisinya kalau dah ngantuk ?? hajarrr…jangan kira tidak bisa kawan..seriuss NII ????????????

Tanpa sadar waktu sudah berlalu, gelombang air menerpa sampan ku membuyarkan mimpiku ( puitis kx ????????????). Singkatnya aku terbangun sudah ????????????, tau Ndak hal pertama yang aku perhatikan ? pancing ? salah.. kabut bro, memang terkadang area sungai kalau subuh banyak kabut, tapi kabut ini lebih tebal. Napasku terasa sesak, badankun terasa berat..apa aku demam ? atau aq kena tindih nii..eh risauu..ka’ati dielah pek..

#tindih/tertindih: mitos ditimpa mahluk halus, jadi membuat badan terasa berat untuk bergerak.

ku gapai keningku, Ndak panas kok..

splash splash..pancingku tersentak..

eh.. kena ni..sabar sabar Leon…

kutarik pelan keatas, saat ada sentakan aku tahan..biasanya sentakan hanya sekali atau 2 kali saja, jadi pas kendor aku tarik dan gulung..(kayak pacaran saja main tarik ulur ????????????)

nah, ini galah ni… mantapzzz…

selama benang pancing tidak bergoyang kiri kanan dan hanya atas bawah, sudah bisa dipastikan udang Broo..selama ada sentakan berarti bukan sampah yang nyangkut.

5 menit berlalu akhirnya aku berhasil menarik udang dalam sampan, kalah kalah lomba tarik tambang.

klutuk klutuk klutukk, udang melompat lompat diatas sampan. 

Kok udang putih ? tapi sebesar galah ? Dengan capit normal lagi..selama ini udang putih paling besar hanya seukuran 2 jari dan itu masih tergolong anak udang. Segala macam teori muncul dikepala ku, apa mungkin bermutasi ?tapi sangat normal cuma ukuran saja besar, nyasar dari laut ? aq lom pernah nengok anak udang laut sich..sampe sejauh ini apa mungkin? mungkin galah albino, tapi capit normal dan kecil. jangan-jangan udang ini salah makan saat kandungan ini..????????????…alah peduli amat toh, pak amat Jak Ndak duli ????????????

Aku masih lebih peduli soal kabut, dan badan yang berat.

Apa mungkin aku benar benar tertindih ya ?????????????? (benar benar kepikiran..jangan mpe merinding yee..???????????? )

Ya sudahlah, tunggu kabut hilang Jak..

Serem uga malam ni kayaknya..bergerak terlalu jauh minim informasi terlalu beresiko. Berdiam diri opsi yang paling tepat saat ini. Sambil merentangkan tangan dan kaki aq mencoba membuat kondisi tubuh aq menjadi lebih baik, mengingat badan terlalu kaku kayaknya. Meneruskan diri dengan memancing dan roti ditangan satunya hal yang bisa aq lakukan saat ini, menurutku jam 5 pagi hari sudah sewajarnya cerah dan kabut mungkin hilang.

1 jam.. 2 jam.. bahkan setelah 20 ekor udang putih besar aq kail kabut ta’ kunjung hilang. Hp aq menunjukan pukul 7 .15 pagi, otak ku kembali berputar..

kabut ini terlalu aneh dan ndak wajar, walau napasku sudah tidak bermasalah lagi tapi disini posisi aq terlalu beresiko..perasaan aq ndak nyaman dengan kondisi ini. Berpindah tempat belum saatnya pada kondisi ini, ada resiko terpisah semakin jauh dengan yang lain. Aku mempertimbangkan kembali pilihan yang aq miliki…

Pertama :

Bergerak menuju titik pertemuan, pada akhirnya jika aq mengikuti arus sungai ke hilir, pasti menemukan dermaga telok Pak Kedai yang merupakan tujuan akhir yang telah disepakati.

Kedua :

Bergerak mencari disekitar, berteriak dan berusaha memanggil yang lain, logikanya kami tidak terpaut jarak yang jauh walaupun mereka berada diseberang sungai sisi yang lain, seharusnya suara aq kedengaran. Kalaupun tidak, dengan bergerak sedikit mengikuti arus seharusnya kedengaran.

Ketiga :

Berpegang teguh untuk tetap pada posisi, seharusnya siang hari jam 12 teng pasti panas dan pasti kabut hilang, bergerak dengan jarak pandang yang minim sangat berbahaya..bagaimanapun juga ini masih disungai antah berantah dan hutan rimba. 

Ehhmm, apa kira kira yang seharusnya aku lakukan ??

Kami datang bersama dan pulang pun sama sama, kalau aq pulang duluan ke dermaga bagaimana dengan budak budak ? kondisi ini membuat aq sedikit khawatir, tidak seharusnya aq meninggalkan budak, bagaimana kalau terjadi sesuatu ? duluan menunggu ke dermaga maka itu sudah terlambatnya namanya. Mencari disekitar berbekal senter doang mana cukup..mau berteriak ? mitos disini masih kuat bro..kalau manusia yang nyaut ok lah, nanti mahluk lain yang nyaut atau datang piye ?? merinding aq ????????????..pilihan ketiga, itu ndak srek juga..sudah 2 jam berlalu sejak aq bangun dan tidak ada perubahan yang ketara..apa aq harus menunggu 5 jam lagi ? kalau kondisi membaik mendingan, kalau ndak ??

Ok, sudah aq putuskan.. jam masih menunjukan pukul 7.35. Sangat logis ini masih pagi wajar saja kabut ada, positif thinking bro. Jam 9 pagi putusan akhir, apapun kondisinya aq harus sudah bergerak. 2 jam mencari yang lain, tidak ketemu jam 11 teng aq menuju dermaga. Hahaha..sudah waktunya aq jadi sherlock holmes, Leon Holmes 43, wkwkwkkw…

boomm…

eh.. apa tu ??

boomm boomm…

jancuk, jangan bilang orang ngebom sungai ni nyari ikan…

boom boommm booom,

kok makin dekat… OOiiii ada orang disini, oooiiiii…

*beberapa saat kemudian ombak datang menerpa sampanku

woaaahhhh.. woaahh… wuihh sue’ lahh… sapa juga ngebom disini ni !!!

Oiiii… jauh jauh sikit ngebom tu, orang mancing disini…setan emang…

boommm… braaaakkk.. crackkk…AAAAaaaaaa….

Pannggg…klepakk…crackkk… gedebukk…awawawawww…

*mencoba bangkit berdiri

anjirrrr, aseeemmm… adedededdedehh.. pinggangku…..

hadehh, apapaaan sichh…asuuu lahh…

tanpa aq pahami ternyata aq sudah terlempar sejauh 25-30 meter dari tepian sungai. Sampan hancur berserakan, barang barang bertaburan sana sani. 

haaiizzz… masih dalam posisi telentang ditanah, pikiran ku melayan entah berantah..hanya rasa nyeri dipinggang dan sakit disekujur tubuhku yang terus menjadi alarm dikepala ku. Mataku kosong memandang kelangit tidak ada niat sedikitpun untuk bangkit dan berdiri hanya bergumam pada diriku sendiri…

makan apa aq semalam niii ??

Haizzz, sue lalu…

15 menit sudah aq berkutak dengan lamunanku.. mencoba untuk bangkit dan melangkahkan kaki, bersandar di bawah pohon dimana aq terlempar tadi. Celenguk sana sini aq mencoba memeriksa tubuh ini, ada sekujur luka gores, lecet dan benjol di kepala. Bahkan aq sudah lupa dengan apa yang telah menghantam aq hingga terbang beberapa meter ini.

Udahlah sulah eh terantuk lagi di kening, hadeh…naseb kau lah nak nak…????????????

untung jak pinggang ndak kenapa kenapa.. kalau retak habeslah aq… (masih bilang untung lagi tu ckckkc…)

Udahlah.. sambil mencoba berdiri aq bergumam, nasi udah jadi bubur mau gimana lagi..keringkan saja jadikan kerupuk nasi…udah gitu aja kok repot. Melirik kekiri aq melihat senter kepala aq terburai disekitar pohon. Awalnya ada dikepalaku, namu sejak terlempar kepohon sepertinya tercerai berai disana.

ehmm, kaca senter pecah.. tapi bola lampunya masih aman, kalau bukan lampu led apa mau dikata.. hanya baterainya hilang kemana ini..mengitari pohon dan lingkungan sekitar akhirnya aq berhasil menemukan baterai senter, sedikit diutak atik, ikat sana sini.. 

Mantapzzz, masih hidup kw saudare, wkwkwk…

*tekan tombol on

Sudah saatnya mulung barang sisa..????????

mengais sana kemari, aq mencoba menemukan barang yang masih layak guna. Kondisi sampan yang rusak membuat pilihan ku cuma satu, jalan kaki. Karena itu aq tidak punya banyak pilihan, perjalanan ini masih jauh jadi harus dapat apapun yang tersisa.

Bekal roti masih ada 1 bungkus yang bersih , walau sudah gepeng.

Nasi bungkus ku ?? dahlah usah ditanya..????????????

Mujurnya, air mineral masih utuh, sepertinya ikut terlempar dengan ransel jd masih aman.

Alat tempur, pancing utuh sisa satu..3 hancur patah, tapi reel tetap aq ambil..

Kota pancing isi mata kail, timah, dll masih aman

Topi, sweater, sendal lengkap…walau kotor..

Setelah semua aq packing, melangkahkan kaki menyusuri arah tepi sungai menuju TKP..humpp..

Seketika itu suara lengkingan terdengar, kiaaakkkkk… kiaaaakkkkkk

disertai angin berhembus menyelinap di antara tubuhku…whuuussss…whusss….

euhh…dengan kedua tangan menutupi kepala ku..

yarabana, apa apaan tu, merinding bulu kudukku dibuatnya..????????????

Kayak suara burung !? burung elang ? apa siluman elang ?? mampos dah..hutan berhantu ini..

Tanpa aq sadari tangan sudah pada posisi tempur dengan kaki gemetaran, ta’ luput mata kekiri dan kanan..

Kabut tebal yang menyelimuti secara bertahap mulai pudar.

Sinar matahari yang diharapkan kini hadir.

Suasana hutan yang buram kini mulai terlihat wujud aslinya. Sesaat aq terdiam, tangan lemas terkulai, pandangan aq tajam kekiri kanan depan belakang. Pikiran ku berkecamuk, seperti ada jutaan memori maupun teori yang bercampur aduk dalam otakku. 

Aku dimana ???

Comments On This Chapter

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
Comment 0 Comments

Similar Stories

Similar Titles